
Di daerah tropis seperti Indonesia ini dan beriklim sedang, kunang - kunang di kenali dari cahayanya yang berkedip untuk memikat pasangannya. Yang menarik, cahaya kunang - kunang lebih unggul daripada lampu pijar dan lampu neon buatan manusia. Bahkan, kali berikut anda melihat tagihan listrik anda, pikirkanlah tentang apa yang bisa di lakukan oleh serangga sekecil ini.
Pikirkan: Bohlam lampu pijar memancarkan hanya 10 persen energinya sebagai cahaya; sisanya pada dasarnya terbuang, dilepaskan sebagai panas. Performa lampu neon jauh lebih baik, memancarkan 90 persen energinya sebagai cahaya. Tetapi, keduanya tidak dapat menandingi kunang - kunang. Dengan sangat sedikit sinar ultraviolet atau inframerah, cahaya yang di pancarkan oleh serangga ini hampir 100 persen energinya!
Rahasianya terletak pada reaksi kimia antara senyawa lusiferin, enzim lusiferase, dan oksigen. Sel-sel khusus yang disebut fotosit menggunakan lusiferase untuk memacu proses ini dengan oksigen sebagai bahan bakarnya. Hasilnya adalah "cahaya dingin" dinamai demikian karena nyaris tidak menghasilkan panas. Pendidik hortikultura dan lingkungan, Sandra Mason, dengan tepat menyatakan bahwa penemu bohlam Thomas Edison " tentu iri dengan kunang - kunang".
No comments:
Post a Comment