Search This Blog

QRCode

Update Facebook

Saturday, March 29, 2014

Membedakan Flashdisk ( yang katanya ) Bermerk Asli dengan Bermerk Aspal

Selamat Sore menjelang petang pembaca, kali ini penulis akan menuliskan trik singkat dan mudah bagaimana kita bisa membedakan flashdisk ( yang katanya ) bermerk asli dengan yang bermerk aspal. Kali ini penulis menuliskan artikel ini dikarenakan seorang teman penulis binggung dan menanyakan apakah flashdisk merk Samsul ( plesetan ya merknya ) bagus atau tidak.



Oke, sebelumnya pernahkah pembaca mendengar qoute atau kata - kata bijak yang seperti ini " Don't judge ( look ) a book by it's cover atau diterjemahkan di Bahasa Indonesia Jangan menilai ( melihat ) buku dari halaman depannya ( maaf jika translatenya agak berantakan ) ". Nah ternyata qoute itu tak hanya berguna untuk kehidupan sehari - hari kita namun quote tersebut dapat dipakai juga ketika kita membeli flashdisk ( hardware ) komputer ( khususnya ). Lalu apa hubungannya, hubungannya adalah jangan melihat dan menilai barang dari merknya, soalnya saat ini banyak sekali flashdisk yang bermerkan internasional pun di " oplos " ( baca : di ganti ) dengan "daleman" ( hardware ) yang bukan miliknya. Saat ini status flashdisk yang dalemannya dioplos cukup banyak beredar dipasaran, dengan iming - iming size ( ukuran penyimpanan ) dari flashdisk tersebut besar dengan harga yang super miring ( sangat murah ). Kalau pun kita tergiur dengan alasan diatas maka yang akan terjadi adalah life time ( umur ) dari flashdisk oplosan yang kita beli tadi bisa dibilang singkat, atau dengan kata kerennya gampang rusak. Nah jangan sampai pembaca terkena dampak murahnya flashdisk yang ukuran besar dengan merk terkenal itu akhirnya uang anda melayang dengan percuma dikarenakan alasan flashdisknya cepat rusak.

Oke pembaca tak usah panjang lebar kali tinggi lagi tentang penjabaran flashdisk oplosannya itu, mari kita simak trik singkat dari saya yang mungkin dapat membantu pembaca menghindari flashdisk bermerk dengan dalemannya sudah dioplos.

 Caranya Secara fisik

1. Sebelum anda meninggalkan toko komputer, pastikan anda mengecek secara detail bentuk fisik flashdisk yang anda beli. Anda bisa cek fisik seperti segel produk ( kalau ingin membedakan segel produk asli apa tidak bisa dengan cara menerawang ke arah cahaya ketika logo di segel produk itu berbentuk 3D dan unik maka dipastikan barang yang masih disegel itu belum dijamah oknum nakal, namun jika logo dikira kurang menyakinkan bentuknya maka anda dengan berat hati mengurungkan niat membeli produk tersebut ), fisik flashdisk tersebut ( jika masih mulus tanpa cacat dipastikan flashdisk yang anda beli masih asli dari pabrik namun jika ditemukan cacat fisik contoh: adanya sisi - sisi bagian yang kasar akibat pegeleman kembali atau apapun maka dipastikan flashdisk anda sudah di oplos dalemannya )


2. Jika sudah melihat fisik dari flashdisk dan bungkusnya cara kedua adalah buka kemasan flashdisknya lalu munculkan lah kepala USB tersebut maka akan nampak seperti gambar dibawah ini

Sumber : Dokumentasi Pribadi
  Nah kalau sudah terlihat kepala USBnya kita bisa menganalisa apakah daleman USB flashdisk kita asli apa tidak. Nah penulis juga ada contoh gambar kepala USB yang satunya, pastikan pembaca melihat perbedaaanya.

Sumber : Dokumentasi Pribadi

Sudah kah anda melihat perbedaan yang kita lihat dari kepala USB nya itu? Oke biar tidak binggung penulis akan membagi 2 gambar dalam 1 bagian

Sumber : Dokumentasi Pribadi
Nah sekarang 2 gambar diatas sudah penulis satukan, lalu apakah bedanya lihat di gambar disebelah kiri ada 2 buah bulatan dan sebelah kanan tidak ada bulatan apapun, nah itu sudah agak membuktikan mana flashdisk yang asli dan mana flashdisk yang sudah dioplos, maka kesimpulannya adalah jika flashdisk merk apapun jika tidak ada bentuk ( bulatan, kotak atau lainnya ) dan tidak ada tulisan merk di kepala USBnya bisa dikatakan flashdisk yang anda beli itu flashdisk oplosan.


Selain melihat kepala USBnya dan fisiknya baiknya kita mengecek juga apakah dalemannya benar - benar merk tersebut atau merk yang tidak dikenal, bagaimana caranya

Caranya dengan komputer ( cara ini dilakukan di OS ( Operating System ) Windows XP jika menggunakan OS lain bisa menyesuaikan )

1. Colokan flashdisk yang anda beli ke port USB yang tersedia dalam komputer atau laptop pembaca
2. Masuk ke My computer
3. Klik kanan pada device USB flashdisk anda lalu pilih propeties

Sumber : Dokumentasi Pribadi



4. Jika sudah memilih propeties akan muncul windows box seperti gambar dibawah ini

Sumber : Dokumentasi Pribadi

Jika sudah muncul windows box seperti gambar diatas maka langkah selanjutnya pilihlah menu Hardware
Sumber : Dokumentasi Pribadi
Nah jika sudah memilih tab Hardware maka akan muncul daftar nama - nama hardware yang sudah terpasang pada komputer kita, nah di gambar diatas flashdisk penulis adalah bermerk Z*E dan di daftarnya tertulis "ZTE USB Storage FFF1 USB Device" dan yang artinya flashdisk yang penulis punya adalah benar dan asli milik Z*E. Lalu bagaimanakah membedakan flashdisk yang dioplos tersebut? Oke penulis sudah mempersiapkan gambarannya. Sebelumnya cara ini langkahnya sama dengan langkah diatas.

Sumber : Dokumentasi Pribadi

Nah gambar diatas penulis sudah mencolokkan USB flashdisk yang bermerk internasional namun dalemannya sudah dioplos, di daftar hardware yang sudah dicolok dalam komputer penulis tertulis "Generic Flash Disk USB Device" yang artinya flashdisk yang baru dicolok adalah flashdisk hasil dari oknum nakal yang sudah mengoplos flashdisk yang penulis miliki.


Oke demikian trik singkat dan mudah yang penulis berikan tentang membedakan flashdisk asli dan palsu, semoga dengan tulisan ini tidak ada lagi orang yang terkena dampak iming - iming harga murah bisa dapat flashdisk bermerk dengan size besar. Memang si harga flashdisk bisa dibilang agak murah namun amat disayangkan jika uang kita hilang begitu saja dan rasa kecewa yang amat berat dikarenakan flashdisk gampang rusak.

Mohon maaf tulisan ini saya akhiri jika binggung dengan artikel saya bisa kirimkan surat elektronik ( e-mail ) anda kesini .

No comments:

Post a Comment