Oke kali ini penulis akan menshare tulisan yang mungkin sering penulis dengan dari celoteh teman, tetangga, kerabat tentang opini - opini yang salah ketika membeli barang. Disini penulis akan meluruskan opini salah yang berkembang tentang membeli barang di suatu tempat.
Sesuai di judul disini penulis akan membagikan opini yang benar jika kita ingin membeli barang ( elektronik ( disini penulis barangnya adalah komputer, kamera, dan mungkin power bank ) ) sesuai kriterianya.
1. Janganlah sesekali melihat barang dari merk atau brandnya.
Nah ini opini - opini yang salah yang sangat santer di bicarakan oleh kerabat semua. Disini penulis menghimbau untuk membeli barang jangan lihat dari merknya. Saat ini banyak sekali ( tapi tidak semua ) barang dengan merk atau brand yang terkenal namun kualitasnya kurang sepaham dengan merknya. Banyak kasus merk - merk terkenal itu di oplos entah komponennya atau numpang merk saja. Nah di numpang merk ini lah faktor terbesar banyak konsumen menyesal atas membeli barang dengan brand terkenal itu dikarenakan kualitasnya tidak sepadam dengan merknya. Contoh kongkritnya saat ini terkenal yang namanya power bank, yang fungsinya adalah tidak lain penyimpanan daya listrik cadangan ketika kita sedang melakukan perjalanan jauh atau ditempat yang belum / tidak ada aliran listrik. Saat ini ada merk yang numpang merk yang ada di power bank contoh sa*s*ng, power bank ini sangat diminati oleh konsumen karena merknya, namun ingat power bank merk tersebut adalah bukan milik sa*s*ng karena sa*s*ng sendiri tidak pernah mengeluarkan produk power bank beritanya bisa dilihat disini. Lalu bagaimanakah cara untuk kita mengetahui apakah power bank yang kita beli meski dengan merk kurang terkenal namun kualitasnya memuaskan mari cek di bawah ini.
Tips trik memilih power bank yang benar harus melihat kriteria di bawah ini:
- Ketahuilah kebutuhan tegangan output perangkat
Lihatlah kebutuhan tegangan handphone yang diperlukan untuk mengisi daya listrik jika di adapter ( colokan pengisi daya ) bertuliskan 5 V 1.5 A berarti itu adalah batas atas dari tegangan keluaran dari sebuah alat pengisi daya jika adalah salah satu yang lebih 0.1 saja maka yang terjadi dalam jangka singkat adalah malfungsi komponen handphone entah itu layar atau kurang responsif dalam pengoperasian.
- Fitur Power Bank yang disediakan
Fitur dalam power bank sebenarnya tidak terlalu penting untuk sebuah power bank contohnya senter dan lain - lain karena jika dilengkapi senter dan lainnya sama saja menyedot arus listrik yang tersimpan. Namun fitur yang dimaksud adalah apa sih isi daleman di power bank itu. Banyak beredar power bank menggunakan baterai didalamnya biasanya baterai itu disebut cell nah dilihat jika baterainya tanpa menggunakan merk sesuai merk si power bank tersebut, maka kesimpulannya adalah power bank tersebut " nebeng nama ".
- Safety Protection ( Pengamanan ketika terjadi hubungan singkat arus listrik / korsleting ), Temperature Protection, Overcharge Protection
Nah itu fitur penting dalam Power bank yang memiliki kualitas top. Power bank ini harus memiliki Safety Protection artinya pengamanan ketika terjadi hubungan singkat arus listrik / korsleting, lalu Temperature Protection ini maksudnya adalah pasti penulis sering merasakan panas yang berlebih ketika si power bank mengisi atau mengeluarkan daya ( mengisi daya handphone ), fitur ini sangat penting karena apa jika sebuah baterai memiliki panas yang berlebih yang terjadi adalah meledak ( contohnya lihat jika baterai dilempar atau ditempatkan di tempat panas terik pasti meledak ), lalu Overcharge ini adalah pengamanan ketika kita lupa mencabut pengisian powerbank di arus listrik rumah, kalau kita lupa mencabut pengisian ketika baterai sudah penuh itu mendukung melemahnya daya simpan si baterai atau dengan kata lainnya cepat bocor..
- Konektor
Fitur ini tidak terlalu penting namun usahakan si power bank ini dilengkapi konektor semua handphone
- Garansi
Powerbank yang baik, biasanya berani memberikan garansi, minimal 6 bulan. Ada yang memberikan garansi 1 tahun. Tanyakan kepastian kalau klaim garansi harus ke mana. Jika tempat Anda beli berani memberikan jaminan untuk membawa barang yang defect atau rusak kembali ke mereka untuk membantu garansi, itu lebih baik. Powerbank yang memberikan garansi hanya 1 bulan bahkan kurang, sebaiknya lupakan saja. Berarti kemungkinan besar kualitasnya harus dipertanyakan.
- Harga
Harga. Ini masalah krusial yang membuat banyak orang membeli powerbank yang salah. Kalau di pasaran misalkan harga powerbank dengan kapasitas 10.400 mAh rata-rata Rp 400.000, ketika ada powerbank dengan kapasitas yang sama tetapi berharga hanya setengahnya, berhati-hatilah, mungkin kapasitasnya tidak benar, mungkin juga sistem keamanannya tidak terjamin.
Tujuh point diatas adalah point terrpenting ketika kita memlih power bank yang kualitasnya yahud.
2. Jika ingin membeli kamera harus lihat komponen dibawah ini
Dunia Fotografi saat ini semakin mudah,
dimana orang bisa dapat mengambil gambar atau foto yang bagus cukup
memakai handphone kamera dan mempercantiknya dengan efek / filter di
applikasi kamera handphone ataupun menggunakan applikasi seperti
Instagram.
Namun bila Anda ingin serius menggeluti
dunia Fotografi maka smartphone secanggih apapun (iPhone atau Android)
maupun kamera mirrorless (Panasonic GX1, Canon S110) tidak akan mampu
menandingi kemampuan Kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex).
Memilih kamera DSLR baik baru atau bekas
(second) tidak pernah mudah karena banyak hal yang perlu
dipertimbangkan sebelum membeli. Produsen kamera seperti Nikon, Canon,
Olympus, Leica, dll terus membanjiri pasar dengan fitur gimmick
yang belum tentu / jarang digunakan serta penggunaan istilah di
spesifikasi kamera DSLR yang dapat membingungkan bagi pemula (ISO,
fstop, aperture, white balance, dll).
Bila Anda tergolong baru (pemula) di dunia fotografi maka yang harus
diperlukan terlebih dahulu adalah pengetahuan mengenai ISO, aperture,
dan shutter speed yang semuanya harus bekerja secara sinkron. Dimana
fungsi aperture adalah mengontrol seberapa banyak cahaya yang masuk ke
lensa kamera, ISO berfungsi mengatur sensitif kamera terhadap cahaya dan
shutter speed menentukan berapa lama paparan cahaya yang masuk.
Fitur-fitur yang harus ada pada kamera DSLR
ISO
ISO mendeskripsikan kepekaan cahaya dari
sensor yang ada di kamera DSLR terhadap standar umum. Nilai ISO tinggi
di kamera berarti gambar yang dihasilkan lebih terang. Tapi ISO tinggi
sangat dipengaruhi juga oleh kualitas sensor kamera di DSLR dan juga
fungsi noise reduction supaya hasil foto tetap berkualitas meskipun
diambil di tempat yang minim cahaya.
APERTURE
Aperture diukur menggunakan skala f-number
yang mungkin membingungkan pada awal mengenalnya. Secara singkat
aperture adalah kemampuan lensa untuk menyempitkan cahaya yang
melewatinya menggunakan elemen internal yg disebut diafragma; diafragma
dapat diperpanjang dan diperpendek menggunakan kontrol pada kamera.
Angka f-number yg rendah (f/2.8 kebawah) menunjukkan aperture lebih
luas, sementara nilai lebih tinggi menandakan cahaya diblokir lebih
banyak.
Pengaturan aperture yg lebar tidak cocok
untuk mengambil foto seperti pemandangan karena membuat hasil foto
menjadi blur, wide aperture lebih cocok dipakai untuk menyempitkan fokus
untuk objek yang sangat dekat dan memberikan tampilan latar belakang
yang lembut (bokeh effect).
Jadi bila menginginkan fokus lebih luas
seperti mengambil foto landscape adalah dengan cara mempersempit
aperture atau menggunakan nilai f/8 supaya cahaya lebih fokus dan
menghasilkan kedalaman (depth of field).
SHUTTER SPEED
Shutter speed berfungsi mengatur
seberapa lama cahaya yang masuk kedalam kamera. Shutter speed diukur
dalam sepersekian detik, dimana nilai 1/125 menandakan bahwa shutter
terbuka selama 1/125 detik. Kecepatan shutter speed yang tinggi berarti
kamera mengambil foto dalam waktu yang lebih singkat sehingga foto tidak
blur, sementara kecepatan shutter rendah memungkinkan foto lebih terang
karena menyerap lebih banyak cahaya, tapi dengan risiko hasil foto
menjadi blur jika kamera dan subjek tidak ber goyang (bisa diakali
dengan tripod).
Fitur lain yang penting
Ketiga fitur diatas merupakan kontrol
yang paling penting pada kamera Anda, tetapi ada atribut lain yang juga
penting bila kita ingin mendapatkan kualitas foto terbaik.
Ukuran Sensor Kamera DSLR
Biasanya dengan membeli kamera DSLR baru
atau bekas dgn sensor berukuran besar akan mampu menghasilkan foto yang
baik karena semakin luas permukaan fotosensitif maka cahaya yang masuk
lebih mencukupi. Ukuran sensor dengan harga kamera DSLR biasanya
berbanding lurus, jadi sesuaikan uang yang Anda miliki.
Ketajaman Lensa
Anda dapat men-tweak pengaturan kamer
sebanyak yang Anda suka, tetapi tanpa lensa berkualitas dengan ketajaman
yang baik maka hasil foto akan tampil biasa saja.
Tapi sayangnya, sangat sulit menentukan
kualitas lensa karena kinerja lensa bervariasi dari segi aperture dan
tingkat Zoom level. Lensa tertajam pada f/4 biasanya adalah lensa f/1.8
atau f/1.4 yang ditarik kembali dari pengaturan tertinggi mereka.
Demikian pula, lensa mulai berdistorsi pada tipe extreme wide lens
(16mm kebawah) dan telephoto (135mm keatas) pada ujung rentang
zoom-nya; untungnya beberapa kamera DSLR canggih dapat secara otomatis
memperbaikinya.
Lensa kamera yang bagus biasanya terbuat dari kaca dan bukan dari plastik. Lensa kamera utama tanpa fungsi zoom dengan focal length
tetap biasanya lebih berkualitas daripada lensa zoom karena
konstruksinya yg sederhana. Untuk hasil foto terbaik di setiap kondisi
mutlak, maka Anda tentu menginginkan kamera yang mampu bertukar lensa
bersama dengan lensa wide aperture untuk focal length yang paling umum
yaitu 24mm, 50mm, 80mm, 100mm dan 200mm.
Fungsi Autofokus
Kehandalan, ketepatan dan kecepatan
kamera melakukan autofokus terutama dalam cahaya rendah merupakan salah
satu keunggulan kamera DSLR dibandingkan smartphone ataupun kamera
pocket. Cari kamera DSLR yang mampu melakukan autofokus secara cepat dan
juga memiliki titik AF yang banyak.
Optical Image Stabilization
Fitur image stabilization pada kamera
DSLR akan membuat hasil foto tidak blur meskipun posisi kamera saat
dipegang bergoyang / blur dan suatu keharusan bila mengambil foto
menggunakan lensa tele atau zoom. Beberapa produsen kamera menamainya
berbeda-beda seperti Canor dengan nama Optical Image Stabilizer,
Panasonic dengan MegaOIS, Nikon dengan nama fitur Vibration Reduction,
dll.
Tapi sama halnya seperti Digital Zoom, pembaca Tips dan Trik sebaiknya
menghindari membeli kamera DSLR yg memiliki fitur digital image
stabilization karena ini hanyalah strategi pemasaran saja.
Megapixels
Megapixel menentukan seberapa besar
hasil foto yang dapat dicetak tanpa pembesaran digital di komputer (yg
dapat mengurangi kualitas). Jadi tentukan tujuan Anda menfoto, bila foto
hanya untuk disimpan di komputer dan jarang dicetak maka ukuran 8
Megapixels ketas sudahlah cukup. Namun jika tujuan membeli kamera DSLR
baru atau bekas adalah untuk mencetak poster, billboard ataupun media
berukuran besar lainnya maka semakin besar megapixel akan semakin baik.
View finder dan LCD
Viewfinder masih dibutuhkan dengan
beberapa alasan seperti pengambilan gambar lebih mudah karena posisi
tangan lebih stabil ketimbang saat memofoto dengan melihat LCD,
menghemat baterai (mematikan LCD dan menfoto dengan melihat dari view
finder).
Tapi bila kamera DSLR yang ingin dibeli
tidak memiliki viewfinder maka pastikan LCD kamera memiliki resolusi
layar yang baik dan dapat terlihat jelas di bawah sinar matahari.
Beberapa kamera DSLR terbaru juga memiliki fitur LCD touchsreen yang
memudahkan dalam pengoperasian.
White Balance
Semua kamera modern memiliki White
Balance yang telah diatur untuk pencahayaan artifisial, tetapi hanya
kamera DSLR profesional yang memberikan kontrol granular untuk white
balance dengan kemampuan mensetting white balance dengan cepat.
Mayoritas kamera DSLR yang beredar
sekarang sudah memiliki pilihan pengaturan White Balance dengan cukup
menfoto benda berwarna putih contohnya kertas / kain putih sehingga
warna foto akan terkalibrasi menurut sample benda tersebut.
ZOOM
Carilah kamera dengan optical zoom dan
bukan digital zoom. Sebuah kamera dengan lensa 28mm dan zoom 10x akan
mampu melihat lebih dekat (280mm) dibandingkan lensa 24mm (240mm ketika
diperbesar). Tpi jika Anda ingin melihat sedekat mungkin ke objek foto,
jumlah yang paling penting adalah sudut telephoto ketimbang jumlah X
zoom.
Merekam Video HD
Meski bukanlah hal yang penting, fitur
merekam video HD sudah banyak disematkan pada kamera DSLR, tapi jangan
jadikan ini hal utama.
Pada akhirnya, kebutuhan tiap orang akan
kamera DSLR yang tepat berbeda-beda. Jika menginginkan kualitas foto
terbaik maka siap-siap menyediakan uang banyak untuk memberi kamera,
lensa beserta peralatan pendukungnya. Tapi bila masih pemula dan hanya
menfoto sekedar hobi maka sebaiknya memulai dengan tipe kamera yang
tidak terlalu high-end tapi masih mampu menghasilkan foto yang bagus.
Demikian sedikit tips trik menghindari opini opini miring dalam membeli suatu barang ( elektronik ). Semoga tulisan ini bermanfaat untuk para pembaca.
Tidak lupa juga penulis berterima kasih kepada link ini yang sudah membantu mengilhami tulisan ini. Dan akhir kata penulis ucapkan selamat melanjutkan aktifitas, Salam Sejahtera.

No comments:
Post a Comment