Search This Blog

QRCode

Update Facebook

Monday, March 12, 2012

Apa Itu Penalaran, Induksi dan Deduksi

Di dalam pelajaran bahasa Indonesia pastinya kita menemukan kosakata penalaran, induksi dan deduksi. Tidak di SMP, SMA, Universitas bahkan yang sudah kerja banyak yang belum tahu apa itu arti dari ketiga kosakata tersebut.Maka dari itu saya akan menuliskan apa itu arti dari penalaran, induksi dan deduksi biar para pembaca tahu dan tepat juga disuruh oleh dosen "softskill" untuk membuat artikel ini. Dan perlu diingat lagi bahwa tulisan ini ada yang berasal dari dunia maya dan saya akan taruh sumber dari mana data itu saya dapat demi kenyamanan .



1. Penalaran
   Penalaran adalah bentuk tertinggi dari pemikiran, dan sebab itu lebih rumit dibandingkan pengertian dan proposisi.
   * Apa itu Penalaran?
   Secara sederhana penalaran dapat didefinisikan sebagai proses pengambilan kesimpulan berdasarkan proposisi - proposisi yang mendahuluinya
Contoh :
Logam 1 dipanasi dan memuai
Logam 2 dipanasi dan memuai
Logam 3 dipanasi dan memuai
Logam 4 dipanasi dan memuai
Logam 5 dipansi dan memuai
dan seterusnya
Jadi, semua logam yang di panasi memuai

sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/filsafat_ilmu/bab6-penalaran.pdf

2. Induksi
 Mungkin anda pernah mendengar tentang peristiwa perampokan mobil yang menimpa ronaldo, bintang sepakbola asal brasil, dua tahun silam. Dasar nasibnya sedang apes, saat mengendarai BMW X-5 di Rio Janairo, ia dihadang tiga perampok bersenjata. Mobil kesayangannya pun dibawa kabur perampok. Untunglah pemain asal internasionale Milan, klubnya saat itu cepat bertindak. Dengan menumpang kendaraan yang lewat ia segera menuju kantor polisi. Hanya dalam hitungan jam, mobilnya sudah ditemukan kembali di pinggir kota Rio. Jangan salah! Ronaldo tidak memakai jasa paranormal. Kebetulan mobilnya dilengkapi Automatic Verhicle Location (AVL), sistem pemantau lokasi kendaraan yang terhubung dengan satelit Global Positioning Sistem (GPS). Posisi mobil selalu dapat di ketahui dari peta digital yang terpasang di mobil atau operator pemantaunya. (Intisari, juni 2003).


Gagasan utama paragraf terdapat di akhir (Induksi), yaitu kebetulan mobilnya dilengkapi Automatic Verhicle Location (AVL), sistem pemantau lokasi kendaraan yang terhubung dengan satelit Global Positioning Sistem (GPS). Posisi mobil selalu diketahui dari peta digital yang terpasang di mobil atau operator pemantaunya.

sumber :  http://indonesialanguage.blogspot.com/2008/03/materi-bahasa-indonesia_771.html

3. Deduksi

Pemakiaan bahasa Indonesia di seluruh Indonesia dewasa ini belum dapat dikatakan seragam.perbedaan dalam struktur kalimat, lagu kalimat, dan ucapan terlihat dengan mudah. Pemakiaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan sering dikalahkan oleh bahasa daerah.
Di lingkungan persuratkabaran, radio, dan televisi sudah terjaga dengan baik. Para pemuka kitapun pada umumnya belum memperlihatkan penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Fakta-fakta di atas menunjukan bahwa pengajaran bahasa Indonesia perlu ditingkatkan.

Gagasan utama paragraf tersebut terdapat diawal paragraf (Deduktif), yaitu pemakaian bahasa Indonesia di seluruh Indonesia belum seragam.

sumber : http://jemeinulle.blogspot.com/2010/03/contoh-paragraf-induksi-dan-deduksi.html


No comments:

Post a Comment