Di dalam pelajaran bahasa Indonesia pastinya kita menemukan kosakata penalaran, induksi dan deduksi. Tidak di SMP, SMA, Universitas bahkan yang sudah kerja banyak yang belum tahu apa itu arti dari ketiga kosakata tersebut.Maka dari itu saya akan menuliskan apa itu arti dari penalaran, induksi dan deduksi biar para pembaca tahu dan tepat juga disuruh oleh dosen "softskill" untuk membuat artikel ini. Dan perlu diingat lagi bahwa tulisan ini ada yang berasal dari dunia maya dan saya akan taruh sumber dari mana data itu saya dapat demi kenyamanan .
1. Penalaran
Penalaran adalah bentuk tertinggi dari pemikiran, dan sebab itu lebih rumit dibandingkan pengertian dan proposisi.
* Apa itu Penalaran?
Secara sederhana penalaran dapat didefinisikan sebagai proses pengambilan kesimpulan berdasarkan proposisi - proposisi yang mendahuluinya
Contoh :
Logam 1 dipanasi dan memuai
Logam 2 dipanasi dan memuai
Logam 3 dipanasi dan memuai
Logam 4 dipanasi dan memuai
Logam 5 dipansi dan memuai
dan seterusnya
Jadi, semua logam yang di panasi memuai
sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/filsafat_ilmu/bab6-penalaran.pdf
2. Induksi
Mungkin anda pernah mendengar tentang peristiwa perampokan mobil yang
menimpa ronaldo, bintang sepakbola asal brasil, dua tahun silam. Dasar
nasibnya sedang apes, saat mengendarai BMW X-5 di Rio Janairo, ia
dihadang tiga perampok bersenjata. Mobil kesayangannya pun dibawa kabur
perampok. Untunglah pemain asal internasionale Milan, klubnya saat itu
cepat bertindak. Dengan menumpang kendaraan yang lewat ia segera menuju
kantor polisi. Hanya dalam hitungan jam, mobilnya sudah ditemukan
kembali di pinggir kota Rio. Jangan salah! Ronaldo tidak memakai jasa
paranormal. Kebetulan mobilnya dilengkapi Automatic Verhicle Location
(AVL), sistem pemantau lokasi kendaraan yang terhubung dengan satelit
Global Positioning Sistem (GPS). Posisi mobil selalu dapat di ketahui
dari peta digital yang terpasang di mobil atau operator pemantaunya.
(Intisari, juni 2003).
Gagasan utama paragraf terdapat
di akhir (Induksi), yaitu kebetulan mobilnya dilengkapi Automatic
Verhicle Location (AVL), sistem pemantau lokasi kendaraan yang terhubung
dengan satelit Global Positioning Sistem (GPS). Posisi mobil selalu
diketahui dari peta digital yang terpasang di mobil atau operator
pemantaunya.
sumber : http://indonesialanguage.blogspot.com/2008/03/materi-bahasa-indonesia_771.html
3. Deduksi
Pemakiaan bahasa Indonesia di seluruh Indonesia dewasa ini belum dapat
dikatakan seragam.perbedaan dalam struktur kalimat, lagu kalimat, dan
ucapan terlihat dengan mudah. Pemakiaan bahasa Indonesia sebagai bahasa
pergaulan sering dikalahkan oleh bahasa daerah.
Di lingkungan
persuratkabaran, radio, dan televisi sudah terjaga dengan baik. Para
pemuka kitapun pada umumnya belum memperlihatkan penggunaan bahasa
Indonesia dengan baik dan benar. Fakta-fakta di atas menunjukan bahwa
pengajaran bahasa Indonesia perlu ditingkatkan.
Gagasan utama paragraf tersebut terdapat diawal paragraf (Deduktif), yaitu pemakaian bahasa Indonesia di seluruh Indonesia belum seragam.
sumber : http://jemeinulle.blogspot.com/2010/03/contoh-paragraf-induksi-dan-deduksi.html
No comments:
Post a Comment