Search This Blog

QRCode

Update Facebook

Thursday, April 12, 2012

Kemanakah "Bahagia"nya Anak Kecil Saat Ini??

Dijaman saat ini permainan modern telah 'mengusir' keberadaan permainan tradisional. Banyak orang tua dijaman saat ini lebih memanjakan anak-anaknya dengan permainan modern daripada anak-anaknya menikmati permainan tradisional yang sebenarnya asyik dimainkan. Namun semakin seiringnya jalannya jaman permainan tradisional tersebut telah menjadi 'anak bawang'.
Mungkin pilihan orang tua memilih permainan modern bagi anak-anak dikarenakan oleh faktor aman dan nyaman. Tapi dibalik aman itu apakah permainan modern tersebut benar - benar aman? Contoh dari permainan modern adalah seperti : PC Tablet, Smartphone, Laptop, Hp, dll.
Berikut ini adalah permainan tradisional yang telah 'diusir' oleh keberadaan permainan modern:



1. Petak Umpet
Sumber : http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/09/13169573741292878789.jpg
Petak umpet adalah sejenis permainan yang bisa dimainkan oleh minimal 2 orang, namun jika semakin banyak akan semakin seru.
Cara bermain:
Dimulai dengan Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi "kucing" (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung sampai 10, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apasaja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi (tempat jaga ini memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah, contohnya di beberapa daerah di Jakarta ada yang menyebutnya INGLO, di daerah lain menyebutnya BON dan ada juga yang menamai tempat itu HONG). Setelah hitungan sepuluh (atau hitungan yang telah disepakati bersama, misalnya jika wilayahnya terbuka, hitungan biasanya ditambah menjadi 15 atau 20) dan setelah teman-temannya bersembunyi, mulailah si "kucing" beraksi mencari teman-temannya tersebut.
Jika si "kucing" menemukan temannya, ia akan menyebut nama temannya sambil menyentuh INGLO atau BON atau HONG, apabila hanya meneriakkan namanya saja, maka si "kucing" dianggap kalah dan mengulang permainan dari awal. Apabila Yang seru adalah, pada saat si "kucing" bergerilya menemukan teman-temannya yang bersembunyi, salah satu anak (yang statusnya masih sebagai "target operasi" atau belum ditemukan) dapat mengendap-endap menuju INGLO, BON atau HONG, jika berhasil menyentuhnya, maka semua teman-teman yang sebelumnya telah ditemukan oleh si "kucing" dibebaskan, alias sandera si "kucing" dianggap tidak pernah ditemukan, sehingga si "kucing" harus kembali menghitung dan mengulang permainan dari awal.
Permainan selesai setelah semua teman ditemukan. Dan yang pertama ditemukanlah yang menjadi kucing berikutnya.
Ada satu istilah lagi dalam permainan ini, yaitu 'kebakaran' yang dimaksud di sini adalah bila teman kucing yang bersembunyi ketahuan oleh si kucing disebabkan diberitahu oleh teman kucing yang telah ditemukan lebih dulu dari persembunyiannya.

2. Kelereng
Sumber:http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/02/13282484391504665866.jpg
 Kelereng dengan berbagai sinonim gundu, keneker, kelici, guli) adalah bola kecil dibuat dari tanah liat, marmer atau kaca untuk permainan anak-anak. Ukuran kelereng sangat bermacam-macam. Umumnya ½ inci (1.25 cm) dari ujung ke ujung. Kelereng kadang-kadang dikoleksi, untuk tujuan nostalgia dan warnanya yang estetik.Permainan kelereng ini biasanya ada jenis - jenisnya lagi misalnya : apollo, tinju, tebakan,dll.
Jenis apollo cara bermainnya adalah pemain biasanya lebih dari 2 ditanah biasanya digambar motif seperti apollo sesuai namanya atau yang lain sesuai kreatifitas anak - anak dan di bentuk itu biasanya terdiri dari 3 bagian yaitu kepala, badan, dan kaki. Cara memenangkannya adalah jika kita mengenai kelereng yang dipasang di bagian kepala maka kelereng - kelereng yang ada di badan dan kaki bisa kita ambil sebagai hadiah, tapi ketika kita mengenai badan maka kelereng-kelereng yang ada di badan sampai kaki bisa kita ambil, namun jika kita sial mendapatkan bagian kaki kita hanya mendapatkan hadiah yang ada di kaki saja.
Jenis tinju cara bermainnya adalah pemainnya biasanya 2-4 orang dan ditanah atau di lantai digambar bentuk seperti ring tinju yang memilik 4 sudut yang bisa dipakai oleh 4 pemain sekaligus. Jika 2-4 pemain sudah masuk satu ring tersebut maka yang dilakukan adalah menyentil kelereng tersebut dengan jempol. Dipilih jempol sebagai penggerak kelereng karena lahan dari ring tersebut terbatas jadi jika kita pakai jari telunjuk maka laju dari kelereng tersebut menjadi kencang dan keluar dari arena. Dan bagi kelereng yang keluar arena dianggap kalah.
Jenis tebakan, sesuai dengan namanya tebakan jadi kita hanya menebak jumlah total kelereng yang digenggam secara tertutup oleh lebih dari 2 pemain. Biasanya jumlah satu pemain tebakan ini dibatasi misalnya jumlah minimum adalah 2 jadi pemain tidak boleh memasang 1 buah kelereng, maka dianggap diskualifikasi. Dan biasanya permainan ini menggunakan insting,
Sebenarnya masih banyak jenis - jenis permainan kelereng lainnya dan hanya 3 jenis yang saya ingat, karena ketiga jenis tersebut adalah jenis kesukaan saya ketika sewaktu masih kecil.

3. Gobak sodor
Sumber: http://oneminuteonline.files.wordpress.com/2011/04/clip_image002.jpg


Galah asin, galasin, atau gobak sodor adalah sejenis permainan daerah dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.
Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segiempat dengan ukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan.
kalau di makassar nama nya main asing. seorang pemain bertindak sebagai peluncur (kapten). permainan ini seru melatih ketangkasan, strategi, kecepatan, dan kecerdikan.

4. Layangan
Sumber:http://imageshack.us/photo/my-images/128/layangantanggungsmall.jpg/
 Layang-layang, layangan, atau wau  merupakan lembaran bahan tipis berkerangka yang diterbangkan ke udara dan terhubungkan dengan tali atau benang ke daratan atau pengendali. Layang-layang memanfaatkan kekuatan hembusan angin sebagai alat pengangkatnya.
Jadi yang dibutuhkan dalam permainan ini hanya layangan dan benang. Dan jenis layangan tersebut ada dibagi 2 jenis yaitu jenis aduan dan jenis hias.
Jenis aduan biasanya sering dijumpai dan dijual dipinggir jalan berbahan kertas minyak bahkan plastik dan harganya bisa tergolong murah. Karena dengan uang Rp.300,- kita bisa mendapatkan satu buah. Jenis ini biasanya dijadikan sarana hiburan alternatif yang seru. Karena di jenis ini kita diharuskan melawan atau menantang layang - layang milik orang lain dengan jenis yang sama, tapi jangan coba - coba dengan melawan dengan layang - layang jenis hias. Jika anda nekat melawan layang - layang hias sampai putus maka yang terjadi mungkin anda akan dikunjungi oleh pemilik layangan tersebut dan memarahi anda.
Jenis hias biasanya layangan ini muncul dalam event-event tertentu.Layangan ini banyak sekali bentuknya mulai dari yang biasa sampai yang spesial.Layangan hias ini baik yang biasa sampai yang spesial memiliki hiasan yang fungsinya agar orang lain bisa melihat keindahan layangan yang terbang. Harga dari layangan hias ini tergolong mahal dan berat layangan ini bisa dibilang cukup berat biasanya butuh 2 - 10 orang untuk menerbangkan layangan ini.

Dengan terbatasnya waktu saya akhiri tulisan singkat ini, mungkin jika ada waktu saya akan mengupdate tulisan ini. Jika ada kata - kata yang kurang berkenan mohon maaf. Salam.

No comments:

Post a Comment