A. Pengertian Laporan
Laporan adalah Suatu bentuk penyampaian berita, keterangan,
pemberitahuan ataupun pertanggungjawaban baik secara lisan maupun secara
tertulis dari bawahan kepada atasan sesuai dengan hubungan wewenang
(authority) dan tanggung jawab (responsibility) yang ada antara mereka. Salah satu cara pelaksanaan komunikasi dari pihak yang satu kepada pihak yang lainnya. Laporan merupakan salah satu alat untuk menyampaikan informasi baik formal maupun nonformal. Penyampaian informasi dari petugas/ pejabat tertentu kepada petugas / pejabat tertentu dalam suatu system administrasi.
Laporan mempunyai peranan yang penting pada suatu organisasi karena
dalam suatu organisasi dimana hubungan antara atasan dan bawahan
merupakan bagian dari keberhasilan organisasi tersebut. Dengan adanya
hubungan antara perseorangan dalam suatu organisasi baik yang berupa
hubungan antara atasan dan bawahan, ataupun antara sesama karyawan yang
terjalin baik maka akan bisa mewujudkan suatu sistem delegation of
authority dan pertanggungjawaban akan terlaksana secara effektif dan
efisien. Kerja sama diantara atasan bawahan bisa dilakukan, dibina
melalui komunikasi baik komunikasi yang berbentuk lisan maupun tulisan
(laporan). Agar laporan tersebut bisa efektif mempunyai syarat-syarat
yang perlu dipenuhi demi terbentuknya laporan yang baik maka seseorang
perlu mengetahui secara baik bagaimana pembuatan format laporan yang
sempurna. Sehingga dengan laporan yang terformat bagus akan bisa
bermanfaat baik dalam komunikasi maupun dalam mencapai tujuan
organisasi.
B. Dasar - Dasar Laporan
Langkah-langkah dalam pembuatan laporan
Laporan merupakan hal yang
sangat penting sehingga pembuatan laporan haruslah tepat, adapun
ketepatan tersebut harus melalui prosedur-prosedur yang tepat pula di
mana prosedur pembuatan laporan mencakup tujuh pokok langkah sebagai
berikut :
B1. Pengumpulan data dan fakta
Laporan yang tepat adalah
laporan yang lengkap data yang dibutuhkan maupun memuat fakta yang
akurat, misalnya data dan fakta mengenai :
~ Jumlah surat keputusan yang telah dikeluarkan perusahaan dalam jangka waktu satu bulan.
~ Bentuk dan struktur organisasi perusahaan.
~ Jumlah tenaga kerja per bagian.
~ Rencana pemakaian anggaran finansial dan sebagainya.
Agar data dan fakta tersebut nyata dan dapat dipercaya maka pengumpulannya harus melalui cara-cara sebagai berikut :
a. Melakukan observasi dan pengamatan sebelum dilakukan perencanaan penelitian yang mantap dan matang.
b. Mengadakan wawancara bagi data dan fakta yang memerlukan dukungan pendapat yang objective.
c. Melakukan penyebaran daftar pertanyaan baik dengan sistem sampel maupun dengan sistem yang lainnya.
B2. Pemindahan tabulating data dan fakta
Setelah melakukan pengumpulan data secara acak atau kasar mengenai
observasi atau penelitian yang dilakukan maka langkah selanjutnya adalah
melakukan pemilihan data dan fakta tersebut. Pemilihan data tersebut
bisa dilakukan dengan cara
~ Pemilihan data berdasarkan pembedaan
cakupan yang diteliti yaitu data tersebut apakah menyangkut personal
perusahaan, finansial maupun pelaksanaan rencana.
~Dibeda-bedakan menurut peristiwa dan dampaknya.
~Dibeda-bedakan menurut gambar, grafik maupun tabel.
~ Melakukan tabulating yaitu mengumpulkan data dan fakta yang sesuai
dengan cakupan bidang masing-masing menjadi suatu daftar atau tabel
sehingga tidak terjadi pengulangan kata atau kalimat, sehingga bisa
memberikan analisa yang rasional, objektif dan menunjukkan logika
hubungan antara data, fakta peristiwa dan dampaknya.
B3. Membuat kerangka laporan
Pembuatan kerangka laporan sangat diperlukan karena dalam kerangka ini
termasuk juga didalamnya pemaparan mengenai bab-bab laporan yang dibuat
ataupun inti masalah yang dirangkum dalam suatu laporan. Pada dasarnya
kerangka laporan mencakup 4 bagian pokok yaitu :
Pertama : Pendahuluan
Dengan melihat isi pendahuluan pembaca bisa mengetahui :
a. Maksud dan tujuan pembuatan laporan.
b. Maslah yang akan dibahas.
c. Batasan masalah.
d. Sistematika penulisan laporan.
e. Pendekatan penyelesaian yang digunakan.
Kedua : Tubuh Laporan
Dalam tubuh laporan inilah yang merupakan pembahasan maupun penyelesaian masalah yang dikemukakan,karena :
a. Di dalamnya terpapar segala data dan fakta yang telah dipisah-pisahkan menurut kepentingan penyelesaian.
b. Terdapat analisa si pelapor.
c. Terdapat hasil penyelesaian masalah dan kemudian ditarik kesimpulan dan saran dari si pelapor.
Biasanya
bagian tubuh laporan ini yang merupakan bagian terpanjang dari
keseluruhan laporan, oleh karenanya bagian ini biasanya terbagi-bagi
lagi menjadi beberapa bagian, misalnya terdiri dari
~ Permasalahan.
~ Batasan masalah
~ Hipotesa.
~ Latar belakang teori.
~ Bagian (part)
~ Bab-bab (chapters).
~ Sub bab-sub bab (section) dan sebagainya.
Ketiga : Saran-saran
Saran-saran disini sudah terangkum semua penyelesaian masalah secara
tegas tanpa memberikan alternatif-alternatif pilihan lagi. Biasanya pada
laporan survei, saran-saran tersebut dimasukkan ke dalam tiap akhir
uraian pada tiap-tiap akhir bab atau bisa juga dapat sekaligus disatukan
sebagai bab terakhir dari seluruh laporan.
Keempat : Konklusi dan Penutup
Konklusi dan penutup sebagai logika dari hubungan korelasi antara data,
fakta dan analisa. Adapun konklusi ini bisa juga dijadikan kedalam satu
bab dengan bab saran-saran karena saran-saran tersebut merupakan
pencerminan kesimpulan yang jelas tanpa pemberian alternatif lagi.
Sedangkan pada penutup disamping tercermin penegasan logika juga berupa
penegasan saran-saran atau harapan penyempurnaan kegiatan-kegiatan
selanjutnya serta implementasi dan follow up dari semua ide-ide yang
terpapar.
C. SISTEMATIKA LAPORAN
Sistematika laporan adalah urutan letak dari
bagian-bagian yang ada dalam sebuah laporan. Secara garis besar, semua
laporan memiliki 3 bagian utama, yang terdiri atas : bagian
awal/pendahuluan, bagian inti, dan bagian penutup. Namun demikian,
setiap laporan memiliki sistematika yang khas. Berikut akan disajikan
sistematika laporan secara umum, sistematika artikel hasil penelitian,
sistematika artikel nonpenelitian, sistematika makalah, sistematika
laporan penelitian, sistematika laporan evaluasi, dan sistematikan
laporan analisis.
C1. Sistematika Laporan Secara Umum
Seperti
yang telah diungkapkan sebelumnya, bahwa pada dasarnya setiap
sistematika laporan itu memiliki 3 bagian utama dan di antara 3 bagian
utama itu ada bagian-bagian lagi yang dinamakan subbagian. Berikut
adalah sub-sub bagian yang pasti ada di setiap jenis laporan.
Judul
Dalam
lembar judul, didalamnya mencakup judul laporan, yang telah
menulis/membuat laporan, dan tanggal saat laporan tersebut
ditulis/disampaikan.
Kata Pengantar
Dalam lembar kata
pengantar, didalamnya berisi ucapan terima kasih kepada orang-orang atau
organisasi yang telah membantu pelaksanaan kegiatan yang sedang
dilaporkan.
Daftar Isi
Seperti dalam sebuah buku, dalam
laporan juga harus menyertakan daftar isi. Hal ini dimaksudkan adalah
agar mempermudah pengguna dalam mencari hal-hal yang dibutuhkan.
Abstrak/ringkasan
Abstrak
adalah bagian yang paling penting dari laporan dan juga (mungkin)
satu-satunya bagian yang dibaca secara rinci oleh pengguna laporan.
Karenanya, abstrak harus hati-hati ditulis dan harus berisi gambaran
lengkap dari pesan dalam laporan tersebut, dengan ringkasan yang jelas
tentang rekomendasi yang akan diberikan.
Ruang Lingkup dan Tujuan
Bagian ini harus mendefinisikan ruang lingkup dan keterbatasan penyelidikan dan tujuan-tujuan khusus yang ingin dicapai.
Metodologi
Bagian
ini menjelaskan bagaimana menyelidiki daerah tersebut. Bagaimana
mengumpulkan informasi, dari mana dan berapa banyak (misalnya jika
menggunakan survei, bagaimana survei dilakukan, bagaimana memutuskan
pada kelompok sasaran, berapa banyak yang disurvei, bagaimana mereka
disurvei -? Oleh wawancara atau kuesioner).
Pendahuluan/Latar Belakang
Hal
ini akan membantu untuk menyempurnakan pembaca ke dalam latar belakang
laporan Anda. Berisi secara detail mengenai latar belakang laporan-tapi
ingat untuk tetap relevan, faktual dan singkat.
Analisa/Pembahasan
Ini
adalah tubuh utama laporan, di mana ide-ide dikembangkan. Pastikan
bahwa yang dikembangkan terstruktur, judul yang jelas, dan bahwa
pembaca/pengguna dapat menemukan informasi dengan mudah. Sifat bagian
ini akan tergantung pada ruang lingkup laporan. Bagian harus berurusan
dengan topik utama yang dibahas - harus ada urutan logis, bergerak dari
deskriptif ke analitis. Selain itu, harus berisi informasi yang cukup
untuk membenarkan kesimpulan dan rekomendasi yang mengikuti. Pemilihan
informasi yang tepat sangat penting di sini: jika informasi penting
untuk membantu memahami, maka harus dimasukkan; informasi yang tidak
relevan harus dihilangkan.
Kesimpulan
Kesimpulan diambil dari
analisis di bagian sebelumnya dan harus jelas dan ringkas. Mereka juga
harus berkaitan dengan kajian teoritis yang menjadi acuan. Pada tahap
ini, tidak ada informasi baru dapat dimasukkan.
Rekomendasi
Pastikan
bahwa yang disoroti adalah apa yang pembaca/pengguna ingin tahu dan apa
yang harus mereka lakukan sebagai hasil dari membaca laporan, karena
tujuan mereka membaca laporan BUKAN untuk menggali informasi. Jadi
usahakan, jangan menggunakan kata “disarankan”. Seperti Kesimpulan,
rekomendasi-rekomendasi harus jelas berasal dari tubuh utama laporan dan
informasi baru juga harus disertakan.
Daftar Pustaka
Daftar Pustaka berisi materi tambahan yang tidak secara khusus disebut, namun yang pembaca mungkin ingin untuk menindaklanjuti.
Apendiks
Gunakan
ini untuk memberikan informasi lebih rinci yang pembaca/pengguna
mungkin perlu untuk referensi. Lampiran harus relevan dan harus diberi
nomor sehingga mereka bisa disebut dalam tubuh utama.
Glossari
Glossari dibutuhkan jika di dalam laporan ada kata-kata baru yang sekiranya belum dimengerti oleh pembaca/pengguna.
C2. Sistematika Artikel Hasil Penelitian
Artikel hasil penelitian merupakan salah satu bentuk tanggung jawab
peneliti untuk mendiseminasikan/menyebarluaskan hasil penelitiannya.
Artikel bisa dikatakan sebagai sebuah laporan, namun biasanya media
penyampaiannya adalah jurnal. Penulisan artikel menggunakan sistematika
TANPA angka maupun abjad. Berikut ini disajikan uraian tentang isi
artikel hasil penelitian secara umum yang berlaku untuk hasil penelitian
kuantitatif dan kualitatif.
Judul
Judul hendaknya informatif,
lengkap, tidak terlalu panjang, ataupun terlalu pendek, yaitu antara
5–15 kata. Judul artikel memuat variabel-variabel yang diteliti atau
kata kunci yang menggambarkan masalah yang diteliti.
Nama Penulis
Nama
penulis artikel ditulis tanpa disertai gelar akademik atau gelar lain
apapun. Ada beberapa model yang dapat diikuti untuk menuliskan nama
lembaga asal penulis. Model pertama ditulis sebagai catatan kaki di
halaman pertama. Jika lebih dari dua penulis, hanya nama penulis utama
saja yang dicantumkan di bawah judul; nama penulis lain ditulis dalam
catatan kaki. Ada juga model dengan menuliskan nama lembaga langsung di
bawah nama penulis, dan ada pula penulisannya (semua nama-nama lembaga
penulis) sebagai catatan kaki.
Abstrak dan Kata Kunci
Abstrak
berisi pernyataan ringkas dan padat tentang ide-ide yang paling penting.
Abstrak memuat masalah dan tujuan penelitian, prosedur penelitian
(untuk penelitian kualitatif termasuk deskripsi tentang subjek yang
diteliti) dan ringkasan hasil penelitian (bila dianggap perlu, juga
simpulan dan implikasi). Panjang abstrak 75–100 kata dan ditulis dalam
satu paragraf. Abstrak ditulis dengan spasi tunggal dengan menggunakan
format yang lebih sempit dari teks utama (margin kanan dan kiri menjorok
masuk 1.2 cm).
Kata kunci adalah kata pokok yang menggambarkan
daerah masalah yang diteliti atau istilah-istilah yang merupakan dasar
pemikiran gagasan dalam karangan asli dan berupa kata tunggal atau
gabungan kata. Jumlah kata kunci sekitar 3–5 buah kata. Kata kunci
diperlukan untuk kepentingan komputerisasi system informasi ilmiah.
Dengan kata kunci dapat dengan mudah judul-judul penelitian beserta
abstraknya.
Pendahuluan
Bagian ini berisi kajian pustaka yang
mencakupi sedikitnya tiga gagasan, yaitu: 1) latar belakang atau
rasional penelitian, 2) masalah dan wawasan rencana pemecahan masalah,
dan 3) rumusan tujuan penelitian (dan harapan tentang manfaat hasil
penelitian).
Metode
Pada prinsipnya, bagian ini berisi
bagaimana penelitian itu dilakukan. Uraian disajikan dalam beberapa
paragraph tanpa subbagian atau dipilah-pilah menjadi beberapa subbagian.
Hanya hal-hal pokok saja yang disajikan. Uraian rinci tentang rancangan
penelitian tidak perlu diberikan. Materi pokok dalam bagian ini adalah
bagaimana data dikumpulkan, siapa/apa sumber data, dan bagaimana data
dianalisis. Apabila uraian ini disajikan dalam subbagian, subbagian itu
antara lain berisi keterangan tentang populasi dan sampel (atau subjek),
instrumen pengumpulan data, rancangan penelitian (terutama jika
digunakan rancangan yang cukup kompleks seperti rancangan
eksperimental), dan teknik analisis data.
Daftar Rujukan
Daftar
rujukan harus lengkap dan sesuai dengan rujukan yang disajikan dalam
batang tubuh artikel ilmiah. Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar
rujukan harus sudah disebutkan dalam batang tubuh artikel. Semua rujukan
yang disebutkan dalam batang tubuh juga harus disajikan dalam daftar
rujukan.
C3. Sistematika Artikel Nonpenelitian
Istilah artikel
nonpenelitian mengacu pada semua jenis artikel ilmiah yang tidak
merupakan hasil penelitian. Artikel yang termasuk kategori ini antara
lain berupa artikel yang menelaah suatu teori, konsep, atau prinsip;
mengembangkan suatu model, mendeskripsikan fakta atau fenomena tertentu,
menilai suatu produk, dan sebagainya. Ketentuan untuk penulisan artikel
nonpenelitian pada dasarnya berlaku juga untuk penulisan makalah pendek
(makalah yang panjangnya tidak lebih dari 20 halaman), hanya saja dalam
makalah pendek abstrak dan kata kunci tidak harus ada. Penulisan
artikel menggunakan sistematika TANPA angka dan abjad. Sebuah artikel
nonpenelitian memuat hal-hal yang sangat esensial; Karen aitu biasanya
jumlah halaman yang disediakan tidak banyak (sekitar 10 – 20 halaman).
Unsur pokok yang harus ada dalam artikel nonpenelitian dan
sistematikanya adalah: 1) judul, 2) nama penulis, 3) abstrak dan kata
kunci, 4) pendahuluan, 5) bagian inti, 6) penutup, dan 7 ) daftar
rujukan/pustaka Berhubung sistematika dalam artikel hasil penelitian dan
artikel nonpenelitian hampir sama, maka yang akan dijabarkan berikut
adalah bagian yang memeiliki perbedaan dari keduanya saja.
Pendahuluan
Berbeda
dengan isis pendahuluan dalam artikel hasil penelitian, bagian
pendahuluan dalam artikel nonpenelitian berisi uraian yang mengantarkan
pembaca kepada topic utama yang akan dibahas. Oleh karena itu, bagian
ini berisi hal-hal yang dapat menarik minat pembaca sehingga mereka
“tergiring” untuk mendalami bagian selanjutnya. Selain itu, bagian ini
hendaknya diakhiri dengan rumusan singkat (1 – 2 kalimat) tentang
hal-hal pokok yang dibahas.
Penutup
istilah penutup digunakan
sebagai judul bagian akhir dari sebuah artikel nonpenelitian, jika
isinya hanya berupa catatan akhir atau sejenisnya. Jika pada bagian
akhir berisi simpulan hasil pembahasan pada bagian sebelumnya, uraian
itu perlu dimasukkan pada bagian simpulan. Kebanyakan artikel
nonpenelitian membutuhkan simpulan. Ada beberapa artikel nonpenelitian
yang dilengkapi dengan saran. Sebaiknya saran ditempatkan dalam bagian
tersendiri.
Contoh Laporan bisa dilihat dan diunduh disini
Sumber referensi
~ http://nindiyahpuspitasari.blogspot.com/2011/04/pengertian-laporan.html
~ http://cantony.wordpress.com/2011/02/10/contoh-laporan-praktek-kerja-lapangan/
No comments:
Post a Comment