Search This Blog

QRCode

Update Facebook

Monday, August 6, 2012

Modus - Modus Pencopetan di Angkutan Umum

Lebaran sebentar lagi, pengeluaran pastinya akan membengkak di banding hari lainnya. Banyak orang mengejar 'setoran' untuk bisa merayakan lebaran itu. Entah caranya dengan bekerja keras dan hasilnya ditabung atau ada juga mencari 'usaha' yang tidak masuk akal.

Apa itu 'usaha' yang tidak masuk akal itu.



'Usaha' itu adalah mencopet, menjambret bahkan merampok..
Banyak tersangka yang melakukan pencopetan dan perampokan itu berdalih untuk merayakan lebaran bersama keluarga dirumah bahkan dikampung.. Kejahatan pencopetan dan penjambretan itu biasanya dilakukan ditempat umum seperti jalan raya, angkutan umum bahkan dikeramaian orang pun tak bisa dihindari. Sesuai dengan selentiran ' selagi ada kesempatan kenapa engga ' itu lah mereka melakukan hal yang tidak terpuji tersebut. Pelaku dari pencopetan dan penjambretan bisa dilakukan oleh 1,2,3 bahkan lebih orang. Biasanya ada bagian - bagiannya misalnya seperti mengintai, mengalihkan perhatian, bahkan sampai melakukan pencopetannya tersebut..

Sumber gambar : http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/01/13279315921415089590.jpg







Angkutan umum khususnya angkot merupakan moda angkutan darat yang masih menjadi kendaraan massal yang penting untuk kegiatan mobilitas masyarakat. Entah digunakan untuk bepergian ke mall, sekolah, pasar, dan tempat kerja. Dengan ongkos paling murah 2000 rupiah kita bisa duduk santai tanpa memikirkan kemacetan jalanan.

Dan diangkot itu pun semua kegiatan terjadi, seperti berbincang, merokok, makan, minum bahkan sampai melakukan 'usaha' yang tadi dijelaskan. Bagaimana itu bisa terjadi, kan lahan gerak di angkot itu sangat sempit. Pertanyaan itu kembali ke prinsip selentiran diatas ' selagi ada kesempatan kenapa engga'.
Banyak modus yang digunakan perorangan bahkan kelompok agar bisa melaksanakan 'usaha' tersebut. Berikut adalah modus- modus yang digunakan dan saya alami sendiri di dalam angkot dan saya ceritakan alur ceritanya.

Pertama:

Biasanya pelaku berkelompok 4 -5 orang dan biasanya sudah berkomplotan dengan supir tersebut. Mereka biasanya naik dari arah yang berbeda namun berdekatan. Biasanya transformasi orang yang naik duluan adalah orang 2 yang berpakaian rapi yang 1 membawa tas penjual obat biasanya duduk di bagian belakang dekat kaca bagian belakang mobil angkot dan 1 lagi duduk di samping orang yang membawa tas penjual obat itu sekitar 100 meteran naik lagi 2 orang yang menggunakan pakaian biasa dan duduknya biasa di dekat supir lalu 2 orang lagi naik pakaiannya juga biasa saja namun dia duduk di dekat kita ( dan biasanya satu orang menjadi pengambil barang seperti hp dan satu lagi membawa tas besar biasanya buat naruh barang curiannya ). Ketika dirasa komplit angkot melaju seperti biasa, si orang pembawa tas penjual obat itu mulai melancarkan aksinya yaitu mengalihkan perhatian kita dengan dalih menunjukkan dia adalah tukang urut dan menunjukkan kartu identitasnya ( entah benar atau tidak )dan setelah menunjukkan itu tanpa disadar tangan si tas itu menggoyang -goyang kan kaki kita ke kiri dan kanan, nah perhatian kita pastinya terpaku pada si tukang urut pembawa tas itu. Tanpa disadari orang yang disamping kita ( yang ga bawa tas besar ) mulai merogoh kantong kita, jika dapat lalu hasilnya di beri kepada orang yang bawa tas besar itu. Ketika sudah dapat dan ditaruh ke tas besar, entah siapa pemberi tanda agar si tukang urut itu berhenti dan menyuruhnya turun. Dan akhirnya si tukang urut itu turun, perhatian kita belum sepenuhnya ke kantong kita, dan sekitar 50 meteran dari tukang urut itu turun sebelah kita yang sebenarnya mengambil isi kantong kita bilang ke kita " Mas/Mbak hape ( atau barang lainnya ) tuh dibawa ama orang itu tuh. Nah pastinya kita langsung kaget dan langsung memberentikan angkot tersebut terus mengejar si tukang urut itu. Tapi kita pikir lagi deh kenapa kita kejar si tukang urut itu padahal perhatian kita tertuju pada dia seandainya dia yang mengambil pastinya kita reflek bertindak entah caranya berteriak, memukul si tukang urutnya..Sebenarnya yang melakukan perogohan di saku kita adalah orang sebelah kita..


Kedua

Biasanya dilakukan 1 orang dan modus yang digunakan adalah kepanasan...
Berikut modusnya. Di dalam angkot berisikan penumpang biasa ( bukan penjahat ) dan biasanya si pelaku duduk di sebelah kita. Setelah angkot berjalan biasanya tingkah si pelaku mulai tidak masuk akal..Tidak masuk akalnya adalah padahal kaca sudah terbuka dan angkot berjalan sewajarnya dia merasa kegerahan, di membuka dan menutup kaca mobil tersebut. Kegiatan itu berulang ketika dia belum mendapatkan hasilnya..Dan ketika dia sudah berhasil atau gagal mendapatkan hasil dia langsung turun. Dan biasanya supir angkot itu memberi tahukan ke kita. " Mas/mbak itu orang tadi copet periksa dompet, hapenya." Biasanya supir angkot lebih tahu ciri - ciri pencopet.


Ketiga

Modusnya hampir sama dengan modus pertama tapi ini berkedok dengan muntah -muntah. Kalau di modus pertama ada yang membawa tas tukang obat, tapi di modus ini ada orang berpakaian rapi dan biasanya wajahnya kayak pucat ( entah dibuat atau tidak ), transformasi tempat duduk dan pelaksanaannya biasanya sama dengan modus pertama. Namun yang membedakan adalah orang yang berwajah pucat itu muntah - muntah ke arah kaki kita, tanpa disadari perhatian kita ke arah kaki agar tidak mengenai muntahan dari orang yang muntah tadi. Dan selagi perhatian kita ke orang muntah itu orang di sebelah kita merogoh isi kantong kita dengan leluasa. Dan dikira hasilnya sudah dapat orang yang muntah itu meminta maaf ke kita dan akhirnya turun, dan orang disamping kita menghimbau ke kita bahwa isi kantong kita telah diambil.

Ketiga modus diatas adalah modus yang pernah saya temui langsung di dalam angkot. Dengan saya menulis di blog ini semoga tidak ada lagi yang menjadi korban lagi.

Untuk menghindari modus pencopetan sebaiknya kita tidak menaruh dompet dan hape di dalam kantong celana bagian kiri kanan. Karena di situlah celah sang penjahat melancarkan aksinya.

No comments:

Post a Comment